Tampilkan postingan dengan label Money. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Money. Tampilkan semua postingan

November 13, 2015

Cara Mudah Membuat Anggaran Bulanan Keuangan Pribadi

Apakah kata anggaran membuat Kamu terintimidasi? Seharusnya tidak.
Membuat anggaran memungkinkan Kamu memiliki kontrol atas apa yang Kamu belanjakan.
Lebih khusus, anggaran bulanan (monthly budget) dapat membantu Kamu memutuskan cara terbaik membelanjakan uang, merencanakan masa depan, melunasi hutang, dan menabung setiap bulan dengan mengurangi pembelian boros dan impulsif.

November 12, 2015

Rasio Sehat Keuangan yang Harus Diperhatikan

Seperti kita ketahui sebelumnya kategori “Siap invest” memiliki kriteria sebagai berikut:
  • Memiliki pendapatan jauh lebih besar dibanding pengeluaran;
  • Tidak ada utang konsumtif;
  • Cicilan utang produktif tidak lebih dari 30% pendapatan;
  • Memiliki dana darurat minimal 3x pengeluaran bulanan.

November 11, 2015

Terbuktinya Keajaiban Emas Dalam Sejarah

KOIN EMAS. Bentuk investasi ini agak sedikit unik. Berbeda dengan koin-koin emas di luar negeri, di Indonesia yang dapat berhasil dijalankan adalah koin dinar.

Pada jaman Rasulullah, koin dinar digunakan sebagai alat mata uang. Dengan kadar 91,7% (22 karat) dan berat 4,25 gram, koin ini dipertukarkan selayaknya uang kertas di jaman modern saat ini.


Mengenal Emas dan Perbedaan Karat Kadar

Apa sih emas itu?

Emas adalah logam. Logam hasil sumber daya bumi ini yang ketika digali memiliki tingkat kemurnian yang berbeda-beda. Dari kadar muda hingga kadar tua tersedia.

November 08, 2015

Bagaimana Mempersiapkan Anggaran? (Budget Part 1)


Pada dasarnya anggaran atau budget adalah daftar dari rencana pendapatan dan pengeluaran dalam jangka waktu tertentu. Kebanyakan orang mempersiapkannya secara bulanan atau pada waktu tertentu. Anggaran adalah alat atau cara yang sangat berguna karena dapat membantu Kamu memprioritaskan pembelian dan meraih tujuan keuanganmu. Membuat anggaran dengan terencana dapat memberimu keuangan yang transparan dan juga menurunkan tingkat stress karena menghilangkan keterkejutan jika sewaktu-waktu terjadi pengeluaran yang mendadak.

Januari 20, 2012

Si Lintah Darat yang dilegalkan

Apa sih maksud dari judul yang gue buat? Gak usah bingung-bingung karena gue juga bingung. Semua pasti tau arti lintah darat. Yaa, orang-orang yang suka menawarkan jasa peminjaman uang tapi mengenakan bunga yang tinggi sebagai kompensasi atas peminjamannya. Menurut kalian adil gak? Klo untuk gue sih enggak. Karena yang biasa minjam kan justru orang yang sedang dalam kesulitan ekonomi alias BOKEK <--curhat. Karena bunga yang sangat tinggi itulah, si lintah darat atau biasa dipanggil rentenir itu diilegalkan. Tau kan ilegal? Itu lho... biskuit yang klo dicampur susu uenakk tenaaan... (oke, itu regal). Ilegal itu artinya perbuatan yang dilakukan tidak sesuai dengan peraturan atau Undang-undang yang berlaku.

Lalu maksud lintah darat yang dilegalkan itu apa??? Sebelumnya gue gak bermaksud men-judge lembaga yang melakukan hal tersebut lho. Karena istilah tersebut justru gue dengar dari salah satu pakar ekonomi Amerika saat wawancara di program luar negeri berinisial RR (ini karena gue gak tau kepanjangannya apa). Jadi saat itu beliau sedang mengisahkan masalah-masalah yang dihadapi jika mempunyai kartu kredit. Ternyata banyak lho yang menggunakan kartu kredit justru malah terjerat hutang pada akhirnya. Yaa itu adalah dampak negatif terbesar untuk orang-orang yang membuat kartu kredit.


Yak! Kartu kredit adalah suatu layanan perbankan untuk memudahkan nasabahnya meminjam uang pada bank tersebut sehingga si nasabah tidak perlu membawa uang dalam jumlah banyak kemana-mana. Tapi nasabah harus melunaskan tagihan atas pemakaiannya sebelum jatuh tempo. Klo lewat, bunga sekian persen yang telah disepakati pada awal pembuatan kartu kredit harus ikut dibayar. Fungsinya hampir sama dengan kartu debit, tapi klo yang rekeningnya kosong, kartu kredit memang bisa membantu di awal, tapi di akhir bisa sangat nyesek lho. Alih-alih tidur nyenyak, siang-malam pintu rumah bisa digedor-gedor terus sama debtcollector (begitu bukan tulisannya?).

Maka dari itu, pemikiran secara matang (klo perlu sampe gosong) sangat perlu sebelum mengajukan pembuatan kartu kredit. Iming-iming atau promosi dari kartu kredit pada awalnya memang sangat menggiurkan. Dapet diskon sekian di merchant ini lah, bunga ringan tiada tara lah, layanan lengkap di setiap tempat lah. Sayangnya orang yang terjerat hutang kartu kredit umumnya karena doi lagi kepepet butuh uang, padahal seharusnya kartu kredit digunakan bila saldo uang yang dimiliki seseorang cukup untuk menutupi peminjamannya. Jadi saat tagihan udah ketahuan, gak perlu panjang lebar menunda pembayaran sampai bunga membengkak. Penggunaan kartu kredit juga harus pada kebutuhan, bukan keinginan. Kan gak lucu punya motor gede, mesin bagus, asik buat bonceng cewek, tapi buat makan harus ngemis.

Well, tapi gimana juga, namanya aja udah kartu kredit, artinya bisa jadi kartu utang, belum lagi beban yang dikenakan setelahnya. Maka dari itu kartu kredit bisa dikatakan sebagai lintah darat yang dilegalkan, karena gak ada undang-undang yang melarangnya. Dari yang pernah saya dengar, semiskin-miskinnya orang yang gak punya uang, lebih miskin orang yang berhutang. Apa lagi dalam hutang itu harus ada kompensasinya, dalam agama sih namanya riba, walaupun gue gak tau pasti riba jenis apa. Klo pun ada manfaatnya itu cuma sedikit. Kartu kredit dibuat untuk menyokong gaya hidup seseorang aja. Itu pun untuk kalangan menengah ke atas. Menengah ke bawah? Gak usah ditanyalah. Mending cari aman aja dari pada tiba-tiba dipanggil Tuhan tapi masih ninggalin utang. Naudzubillahiminzalik... *ketok-ketok palu*
 

Beiideweii (tulisan orang Indonesia sok gaul Inggris), gue nulis ini bukan berdasar cerita hidup gue ya. Yang fakta tentang gue dari tulisan ini hanya kata BOKEK yang gue tulis gede-gede. Untuk itu, bila ada yang berkenan memberi sumbangan tanpa mengharap balasan apa lagi kompensasi atas sumbangan lo, silakan kirim ke rekening peduli kasih. Dan sekali lagi, gue gak sedang mencoba mempengaruhi orang-orang untuk gak buat kartu kredit. Siapa sih gue buat lo? Gue tuh bukan siapa-siapa di hidup lo yang mampu mempengaruhi diri lo... (aseeek). Gue hanya sedang berkoar atas dampak negatif dari kartu kredit pada orang-orang terdekat gue. Semoga gue, elo, kita, semua bisa melunasi hutang masing-masing selagi masih hidup. Amin. Salam peace, love, and gaoool... muacch!