Kamis, 19 April 2012

Postingan Orang Stres

Stres menyertai mahasiswa tingkat akhir...
Iya, saat ini gue lagi stres banget. Database, script coding, software pendukung, sampe cuaca pun semua kompak berkonspirasi melawan gue. Ditambah tekanan waktu, tugas matkul lain, dan teman-teman yang dengan senangnya pamer keberhasilan pembuatan program mereka di jejaring sosial. Sebelum tidur pun gue melotot nyari-nyari inspirasi dan jalan keluar dari masalah yang gue hadapi. Alhasil, saat bangun pagi kantong mata segede pup gajah terpampang manis menemani gue seharian.

Gue benar-benar gak nyangka akan sesulit ini memulai rancangan program gue. Apalagi outline yang gue ambil terbilang sulit, yaitu e-commerce. Klo yang lain nyari yang gampang, gue malah pilih yang sulit. Ini antara belagu atau ceroboh ya? -_-

Saat ini gue harus pintar-pintar memotivasi diri. Mulai hidup disiplin kayanya langkah pas untuk mencapai hasil bagus. Iya, termasuk bangun pagi! Lagi pula gue gak minta yang muluk-muluk kok. Program gue dibilang bagus juga udah bersyukur banget, gak perlu istimewa kaya kata-kata salah satu girlband dengan gaya (sok) imut itu.

Rasanya gue pengen cepat-cepat lewatin tahap ini. Tapi sidang gue aja dimulai antara Juli-Agustus. Itu juga klo program sudah sukses dan T.A. gue di-Acc. Insya Allah pasti bisa. Karena setelah tahap memuakan ini, gue berencana akan kembali ke Jogja. Iya Jogja! Gimana gak sabar? Saat yang gue nanti-nanti sejak kepulangan gue dari liburan di sana akhir November tahun lalu. Apalagi klo liburan nanti gue benar-benar jadi backpacker. Pasti bakal seru! Yah sayangnya, tujuan ke Jogja nanti bukan sepenuhnya berlibur, tapi menghadiri pernikahan saudara yang tinggal di sana. Dan lebih sayangnya lagi, kemungkinan klo ke rumah saudara ini gak akan bebas jalan-jalan

 Either way, gue tetap berharap bisa selesaikan semua urusan di sini dan kembali berlibur di Jogja. Waaay..! \:D/

P.S. Beberapa dokumentasi saat gue liburan. Sekedar mengingatkan agar gue bisa berdiri di sana lagi. YOSH!

Yaudah sih... ngeliatinnya gak usah sampe segitu. Ini masih di dunia kok, bukan di surga #eeeeh...

Rabu, 18 April 2012

Final Project

Bahasa kerennya sih gitu... Klo bahasa horornya, TUGAS AKHIR. Jeng... jeng... jeng... *backsound horor* *bunyi serigala* *suara tetangga lagi berantem*.
FYI, gue sudah memasuki tahap pembuatan tugas akhir di perkuliahan ini. Perjuangan untuk lulus pun dimulai lagi seperti perjuangan yang sudah-sudah. Gue jadi flashback sedikit ke saat lulus-lulusan SD, SMP dan SMA dulu.
Waktu gue SD, gue masih sangat lugu. Semua cowok yang nembak, gue tolak dengan alasan “enggak dibolehin mamah...”. Klo diajak berduaan sama cowok, gue gemetar hebat. Klo ada cowok yang gue suka lewat, gue langsung ngumpet dibalik rok emak gue *Oke... abaikan*. Jadi dulu yang namanya UAN atau sekarang disebut dengan UN, masih sangat baru di dunia pendidikan Indonesia. Tangan mungil gue yang suka gemetar klo lagi panik dipaksa untuk membuat urekan berbentuk lingkaran dengan rapih, apik, dan tentram. Bagi yang ingin praktis sih pake penggaris buletan. Tapi untuk gue, NO WAY! Soalnya OCR gue malah maikn ancur klo pake penggaris buletan. Jadilah masalah utama gue saat itu mengurek banyak lingkaran dengan rapih dan tebal dalam waktu yang singkat! Bukan soalnya yang gue takutin, tapi hasil urekan gue yang takut gak kebaca komputer. Soalnya dulu omongan orang-orang dewasa di sekitar gue ngeri banget! Masa gak lulus hanya karena gak kebaca komputer? Bisa nangis darah. Tapi Alhamdulillah... atas seizin Allah SWT, gue lulus juga :D.
Beda lagi pas jaman SMP. Karena latihan bertahun-tahun lamanya, mengurek OCR bukan lagi masalah untuk gue. Tapi matematika meeeen... Sudah bukan hal baru klo matematika jadi momok untuk para siswa. Untungnya, waktu gue SMP gue termasuk siswa yang... *ehm* berprestasi *suara dalem*. Di jaman SMP juga bakat menggambar gue terasah dengan baik dan untuk pertama kalinya mendapat ranking pertama, itu saat gue menjadi Ketua Murid di salah satu kelas terbelakang nan berisik dan isinya brutal *Haha... siapa dulu dong KM-nya?!*. Dan atas seizin Allah SWT pun, gue lulus dengan nilai matematika tertinggi dari 3 pelajaran yang diujikan. Alhamdulillah :D.
Rasanya baru kemarin gue lulus dari SMA. Baru kemarin gue sama teman-teman pada mewek di panggung saat nyanyiin lagu perpisahan buat wali kelas. Jaman SMA itu penurunan drastis atas nilai-nilai gue selama ini. Dikarenakan mulai adanya kontaminasi lelaki di hidup gue. Ibarat buku pelajaran, isinya bukan lagi rumus kimia dan fisika, tapi rumus cinta antara kau dan aku *eaaaa...* *menjijikan*. Tapi bukan pacaran lah yang bikin nilai gue merosot. Emang guenya aja yang mulai hidup gak sehat. Bangun pagi aja susah. Masuk kelas telat mulu. Pake kena skandal ngilangin handphone orang pula. Stresss... Dan gue bersyukur sekali atas segala sms yang masuk ke handphone selama UN berlangsung. Di hari ujian pun gue jadi sangat rajin dengan datang setengah jam lebih cepat dari jadwal ujian. Dan gue gak mau memperjelas apa yang terjadi hari itu :p.
Now, how about my graduate story? Memulai itu selalu sulit, tapi klo sudah terbiasa nantinya pasti gak akan sulit lagi. Seperti ini lah situasi minggu pertama gue sejak terakhir daftar outline tugas akhir senin lalu. 3 bulan waktu gue untuk selesaikan proyek akbar ini dan di minggu pertama, judul belum siap sama sekali. Sarana pembuatan juga minim. Pokoknya, ini akan jadi perjalanan yang sulit menuju hari wisuda. Tapi gue harus yakin untuk lulus. Harapan terbesar gue sih, supaya proyek ini selesai tepat waktu dan sidang gue lancar jaya, meski gue tau gue bakal shaking like a dumb di depan dosen penilai nanti :p.
KEEP STRUGGLE DAN SEMANGAT MAHASISWA SEMESTER AKHIR!

Jumat, 20 Januari 2012

Si Lintah Darat yang dilegalkan

Apa sih maksud dari judul yang gue buat? Gak usah bingung-bingung karena gue juga bingung. Semua pasti tau arti lintah darat. Yaa, orang-orang yang suka menawarkan jasa peminjaman uang tapi mengenakan bunga yang tinggi sebagai kompensasi atas peminjamannya. Menurut kalian adil gak? Klo untuk gue sih enggak. Karena yang biasa minjam kan justru orang yang sedang dalam kesulitan ekonomi alias BOKEK <--curhat. Karena bunga yang sangat tinggi itulah, si lintah darat atau biasa dipanggil rentenir itu diilegalkan. Tau kan ilegal? Itu lho... biskuit yang klo dicampur susu uenakk tenaaan... (oke, itu regal). Ilegal itu artinya perbuatan yang dilakukan tidak sesuai dengan peraturan atau Undang-undang yang berlaku.

Lalu maksud lintah darat yang dilegalkan itu apa??? Sebelumnya gue gak bermaksud men-judge lembaga yang melakukan hal tersebut lho. Karena istilah tersebut justru gue dengar dari salah satu pakar ekonomi Amerika saat wawancara di program luar negeri berinisial RR (ini karena gue gak tau kepanjangannya apa). Jadi saat itu beliau sedang mengisahkan masalah-masalah yang dihadapi jika mempunyai kartu kredit. Ternyata banyak lho yang menggunakan kartu kredit justru malah terjerat hutang pada akhirnya. Yaa itu adalah dampak negatif terbesar untuk orang-orang yang membuat kartu kredit.


Yak! Kartu kredit adalah suatu layanan perbankan untuk memudahkan nasabahnya meminjam uang pada bank tersebut sehingga si nasabah tidak perlu membawa uang dalam jumlah banyak kemana-mana. Tapi nasabah harus melunaskan tagihan atas pemakaiannya sebelum jatuh tempo. Klo lewat, bunga sekian persen yang telah disepakati pada awal pembuatan kartu kredit harus ikut dibayar. Fungsinya hampir sama dengan kartu debit, tapi klo yang rekeningnya kosong, kartu kredit memang bisa membantu di awal, tapi di akhir bisa sangat nyesek lho. Alih-alih tidur nyenyak, siang-malam pintu rumah bisa digedor-gedor terus sama debtcollector (begitu bukan tulisannya?).

Maka dari itu, pemikiran secara matang (klo perlu sampe gosong) sangat perlu sebelum mengajukan pembuatan kartu kredit. Iming-iming atau promosi dari kartu kredit pada awalnya memang sangat menggiurkan. Dapet diskon sekian di merchant ini lah, bunga ringan tiada tara lah, layanan lengkap di setiap tempat lah. Sayangnya orang yang terjerat hutang kartu kredit umumnya karena doi lagi kepepet butuh uang, padahal seharusnya kartu kredit digunakan bila saldo uang yang dimiliki seseorang cukup untuk menutupi peminjamannya. Jadi saat tagihan udah ketahuan, gak perlu panjang lebar menunda pembayaran sampai bunga membengkak. Penggunaan kartu kredit juga harus pada kebutuhan, bukan keinginan. Kan gak lucu punya motor gede, mesin bagus, asik buat bonceng cewek, tapi buat makan harus ngemis.

Well, tapi gimana juga, namanya aja udah kartu kredit, artinya bisa jadi kartu utang, belum lagi beban yang dikenakan setelahnya. Maka dari itu kartu kredit bisa dikatakan sebagai lintah darat yang dilegalkan, karena gak ada undang-undang yang melarangnya. Dari yang pernah saya dengar, semiskin-miskinnya orang yang gak punya uang, lebih miskin orang yang berhutang. Apa lagi dalam hutang itu harus ada kompensasinya, dalam agama sih namanya riba, walaupun gue gak tau pasti riba jenis apa. Klo pun ada manfaatnya itu cuma sedikit. Kartu kredit dibuat untuk menyokong gaya hidup seseorang aja. Itu pun untuk kalangan menengah ke atas. Menengah ke bawah? Gak usah ditanyalah. Mending cari aman aja dari pada tiba-tiba dipanggil Tuhan tapi masih ninggalin utang. Naudzubillahiminzalik... *ketok-ketok palu*
 

Beiideweii (tulisan orang Indonesia sok gaul Inggris), gue nulis ini bukan berdasar cerita hidup gue ya. Yang fakta tentang gue dari tulisan ini hanya kata BOKEK yang gue tulis gede-gede. Untuk itu, bila ada yang berkenan memberi sumbangan tanpa mengharap balasan apa lagi kompensasi atas sumbangan lo, silakan kirim ke rekening peduli kasih. Dan sekali lagi, gue gak sedang mencoba mempengaruhi orang-orang untuk gak buat kartu kredit. Siapa sih gue buat lo? Gue tuh bukan siapa-siapa di hidup lo yang mampu mempengaruhi diri lo... (aseeek). Gue hanya sedang berkoar atas dampak negatif dari kartu kredit pada orang-orang terdekat gue. Semoga gue, elo, kita, semua bisa melunasi hutang masing-masing selagi masih hidup. Amin. Salam peace, love, and gaoool... muacch!